Archive for Maret 2013

SKINS Inter, FIGHTERS Juve, dan konspirasi Italy..

Jumat, 29 Maret 2013
Posted by Emank Legends

Di akhir 70'an dan awal 80'an merupakan era emas Ultras Di Italy. Di era inilah lahir kelompok Ultras yang dihormati di seluruh Eropa Fighters Juve yang memiliki petarung terbaik. Ultras Roma, Hell Bari, dan Ultras Napoli yang dikenal pembunuh, 


 
 
Jika itu digabungkan & di tambah sedikit style, itu SKINS. Ultras Inter yang merusak dominasi Ultras Roma dan Juventus. 

 

Merevolusi penampilan Ultras dengan jeans dan sepatu boat ala tentara juga dengan jaket kulit. SKINS Inter, menempati Curva Nord dengan menyingkiran Hell's Machine, kelompok Ultras yang belum lama duduk manis di samping BoysSAN. Menempati Curva Nord pada tahun 1982, mereka memulai misi penaklukan Italy dengan target awal para sekutu Ultras Milan, Brigate Atalanta.!!


 

Brigate Atalanta saat itu terkenal karena bersatunya semua anggota Ultras Atalanta hanya dalam satu kelompok. SKINS pun menyerang 5 bus yang berisi 200 Ultras Brigate Atalanta di Meazza. Sakit hati, Brigate Atalanta merancang pembalasan. 


 

Bertandang ke Atalanta, Brigate Atalanta terkejut dengan hadirnya 5000 Ultras Inter sejak pagi hari di stadion. Tapi kisah penaklukan Skins terhadap Ultras Besar di Italy hadir di 3 pertandingan ini. Napoli vs Inter, Derby Milan, dan Inter vs Juventus.




 

86' di Napoli, Ultras Napoli "menyandera" banner utama SKINS yang dicuri, bukan dari hasil open fight. Tau reaksi SKINS & Ultras Inter? "Berikan sebelum pertandingan ini berakhir, atau ini hari terakhir kalian melihat stadion kalian" Mereka hampir membakar Stadion San Paolo Napoli..!!






 

84' Milan vs Inter, setelah pertandingan, 2000 Ultras Milan menghadang 500 SKINS di stasiun. 47 SKINS tertusuk. Tapi ini belum berkahir, Seminggu kemudian saat Milan vs Brescia di Meazza, 200 SKINS tiba2 masuk ke Curva Sud dengan membawa crossbows dan guns. Ratusan terluka, termasuk leader ultras Milan yang terluka akibat dilempar molotov. 30 menit kemudian, pihak kepolisian datang.






 

87' Juventus vs Inter, disinilah sebenarnya inti artikel ini dibuat. Saat misi penaklukan Ultras oleh SKINS Inter di Italy berakhir..Pertarungan Fighters Juventus vs SKINS Inter yang menjadi "rahasia" dan "konspirasi" di Italy. Fighters dan SKINS, dua Ultras debutan terbaik yang merusak harga diri dan nama Ultras Roma dan Napoli. Sarat politik, menghasilkan pertarungan 16 jam antara Ultras Juve dan Ultras Inter yang mengakibatkan 7 orang tewas dan 470'an luka parah. Sarat politik, karena banyak pihak ingin Fighters Juve dan SKINS Inter dibubarkan sehingga dibutuhkan satu alasan kuat. Ya, disaat itu Italy sementara mempersiapkan Piala Dunia 1990 dan ingin mengamankan event tersebut dari APAPUN...Ditahun 1988 SKINS Inter mengumumkan pengunduran diri dari Curva Nord Inter, dan diikuti oleh Fighters Juve di tahun 1989..!! SKINS masih terlihat di CN sebelum akhirnya benar2 hilang di tahun 1992 setelah Irriducibilli resmi memasang banner.

 

Foto : Skins Inter membuat Fighter Juve berhamburan menyelamatkan diri.



Milan - Rekor 757 penampilan untuk sebuah klub tak mudah dicapai seorang pesepakbola. Jika ada yang sudah mencapai itu, maka pantaslah ia disebut Legenda Hidup klub tersebut. Salah satunya Javier Aldemar Zanetti.

Terhitung sejak kedatangannya dari Banfield pada tahun 1995, Zanetti sudah mengumpulkan penampilan sebanyak itu bagi Inter di berbagai kompetisi. Ia melebihi pencapaian dua legenda lainnya, Giuseppe Bergomi dan juga Giacinto Facchetti.

Tentunya ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi Zanetti yang merupakan pemain asing di Inter dan dia membuktikan jika faktor umur bukanlah penghalang bagi seorang pemain untuk tetap bermain di level top.

Di umurnya yang sudah menginjak 38 tahun ( sekarang hampir 40 tahun), Zanetti masih jadi pilihan utama. Stamina dan determinasinya menunjukkan sepertinya Zanetti masih berusia 10 tahun lebih muda.

Dengan ban kapten yang masih melingkar di lengannya hingga sekarang dan segala prestasi yang telah diberikannya, termasuk tiga gelar di musim 2010, tak pelak Zanetti kini sudah sahih disebut Legenda Hidup Nerazzurri.

Berbagai pelatih yang telah menangani Zanetti dan mereka punya kesan manis mengenai pesepakbola asal Argentina itu.

Roy Hodgson (1995-1997, 1999)

Saya senang berkesempatan untuk memberi selamat kepada Javier atas rekornya itu, melampaui penampilanya Beppe Bergomi di Inter. Dan saya beruntung bisa bekerja sama dengan dua legenda Nerazzurri itu.

Luigi Simoni (1997-1998)

Hari ini kami merayakan bersamamu rekor yang telah kau pecahkan di Inter lebih dari pemain lain. Dan saya bisa katan jujur bagi saya kamu adalah fenomena sebenarnya di dunia sepakbola.

Kapten di dalam dan luar lapangan. Kamu masih muda namun kamu mengikuti contoh yang benar; Kamu masih muda namun kamu adalah orang bersahaja dan tak pernah menyerah serta selalu mau belajar. Lalu kamu menjadi pesepakbola yang lebih baik; Menjadi seorang pria, suami, ayah; menjadi simbol tim - dan bukan hanya tim saja.

Hector Cuper (2001-2003)

Javier Zanetti adalah salah satu pesepakbola profesional yang pernah saya latih. Dia sangat berdedikasi, jujur, pekerja keras dan seorang yang bertanggung jawab. Profesional dalam melayani tim dan saya tidak berbicara mengenai dia sebagai pemain namun sebagai seorang profesional dalam sebuah grup.

Roberto Mancini (2004-2008)

Saya berkesempatan untuk menghadap Pupi sebagai pemain dan dia sangat membuat saya terkesan, walaupun masih muda dan seorang pemain asing, dia bermain dengan intesitas dan kualitas.

Lalu saya sangat beruntung bisa melatihnya di Inter dan tanpa ragu saya katakan setiap pelatih di dunia pasti sangat ingin mempunyai pemain seperti dia, karena profesionalismenya dan kualitas yang dia tunjukkan di lapangan dan karena ia bisa bermain di setiap posisi kecuali kiper.

Jose Mourinho (2008-2010)

Bagiku Zanetti mewakili sebuah kebahagiaan dalam hidup, kebahagiaan menjadikan sepakbola sebagai pekerjaan dalam hidupku. Dia awalah senyuman, semangat hidup, semangat berlatih, pembangkit semangat untuk semua orang yang bekerja dengannya.

Bagiku Javier Zanetti adalah segalanya dan dia akan jadi teman sepanjang hidupku.

Dari itu semua dan jalan panjangnya sebagai pesepakbola. Tapi menjadi pelatihnya selama dua musim yang luar biasa dalam kariernya, ini bukan tempatku untuk berbicara tentang seorang pria yang telah menulis jalan hidupnya sendiri yang begitu luar biasa. Aku hanya ingin mengatakan terima kasih untuk segalanya, terima kasih karena kau telah memberiku sedikit ruang dalam ceritamu.

Momen yang paling membahagiakan adalah saat kita berpelukan di tengah Santiago Bernabeu. Itu tidak akan jadi yang terakhir namun itu adalah yang paling berkesan selama dua tahun kebersamaan kita.

Mungkin suatu hari bakal ada yang memecahkan rekor Zanetti, namun hanya ada satu Zanetti.

Leonardo (2010-2011)

Well done, Pupi! Kapten telah membuat rekor baru lagi, yang membuat itu seperti terlihat biasa saja. Bagi orang lain itu akan jadi sesuatu yang luar biasa. Tapi dalam hal ini, ini jadi konsekuensi normal dari karier yang telah dia bangun dengan kerja keras.

Bagaimana kau bisa membicarakan seorang kapten tanpa menyalutinya? Dan sekali lagi angka-angka ini tidak bisa menjelaskan apa yang telah dia persembahkan untuk Inter dan dunia sepakbola.

Inter Milan Ingin Pecundangi Juventus Lagi

Kamis, 28 Maret 2013
Posted by Emank Legends
Inter Milan melawan Juventus akan tersaji akhir pekan ini. Gelandang Inter, Zdravko Kuzmanovic, optimistis bisa meraih kemenangan back to back atas Si Nyonya Tua.


Headline 
 
Pada pertemuan pertama di liga, Inter sukses memecundangi Juventus di Juventus Arena, Turin, dengan skor 3-1. Sabtu (30/3/13), giliran Nerazzurri yang akan menjamu Juve di Giuseppe Meazza. Jarak kedua tim terpaut 18 poin dengan Juventus di puncak klasemen. Kemenangan beruntun alias back to back akan menjadi penghibur lara bagi Inter, yang tak lagi percaya diri memburu gelar juara.
“Anda harus memberikan 100 persen kemampuan Anda. Kami adalah Inter dan kami bisa mengalahkan siapapun,” kata Kuzmanovic soal cara mengalahkan Juventus, seperti dinukil dari inter.it.
“Kami sudah membuktikan di Turin dan kami bisa melakukannya lagi. Apa beda mereka dengan kami? Mereka di puncak klasemen dan kami tidak. Kami masih tertinggal di klasemen, mereka tampil lebih baik tahun ini. Tetapi target kami masih sama: untuk menembus Liga Champions,” Gelandang Timnas Serbia kelahiran Swiss itu menambahkan.
Pemain berusia 25 tahun itu sudah lima kali tampil bersama Inter sejak bergabung pada 31 Januari lalu dari VfB Stuttgart. Sayang, cedera membuatnya kesulitan beradaptasi dengan cepat.
“Saya lebih baik sekarang, saya mulai pulih dan akan melakukan segalanya agar bisa tampil hari Sabtu nanti. Saya menjalani banyak latihan dengan dokter dan jelas saat ini lebih baik, tapi saya belum bisa mengeluarkan persentase.”
“Lawan Juve adalah pertandingan besar dan seperti yang saya bilang, saya berlatih keras setiap hari agar saya bisa menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama rekan-rekan setim saya,” Kuzmanovic mengakhiri.
http://net-storage.tccstatic.com/storage/fcinternews.it/img_notizie/thumb1/f66ad3e1f1f912cfc1c1591f37be2c2c-02115-254bb9b17b12bbe25145ab09c6c2de77.jpegSeperti yang dilaporkan Matthew Barzaghi kepada Sky sport 24, Mereka Cambiasso, Milito dan Zanetti akan tetap di Inter untuk satu musim kedepan. Javier Zanetti memperbarui Kontraknya, sedangkan Esteban Cambiasso dan Diego Milito masih mau melanjutkan kontrak mereka hingga 2014, dengan opsi pemotongan gaji.

fcinternews.it
Inter vs Juve 30, Maret 2013

http://net-storage.tccstatic.com/storage/fcinternews.it/img_notizie/thumb1/2f8e488afd636c35e82a5575125da159-72843-913f87f2904dd413beaef703cf31eabb.jpegSetelah menjalani pekan yg luar biasa bersama tim nasional Kroasia, bintang muda Inter berbicara pada Corriere dello Sport, menjelang pertandingan melawan Jubentus : "Aku ingin mencetak gol pertamaku pada Gigi Buffon," Kovacic menuturkan. Dia masih muda, Pria kelahiran '94 tapi seperti seorang veteran. kans untuk lolos Liga Champions masih terbuka, Kita harus menang melawan tim sekuat Jube




Penelusuran dari Sky Sports, Wartawan setelah Mattew Barzaghi dari Inter berbicara tentang perburuan selanjutnya dari Nerazzurri, Tentunya adalah seorang Striker, "Sanchez dan Dzeko ada dua nama yang lagi Hot, tapi negosiasi dengan mereka masih jauh dari kata sepakat. Kemudian sebaliknya Tentang Icardi iya mengataka "Ya', sama seperti Ruben Botta".

http://net-storage.tccstatic.com/storage/fcinternews.it/img_notizie/thumb1/d63dd3d01ea1fbc2892c060b55cbc4f1-58262-81c7404916114bc01dc7745d0c8f4799.jpeg

Persahabatan Lazio-Inter

Rabu, 27 Maret 2013
Posted by Emank Legends

Sebuah Catatan Panjang Sejarah dan Kejadian Dramatis



Stadio Giuseppe Meazza, San Siro, Milano, 23 April 2011. Menjelang laga Inter vs Lazio di pekan-pekan terakhir yang krusial di Serie A musim 2011/2012. Lazio sedang bersaing keras dengan Udinese untuk mengamankan tempat di UCL dan Inter sedang berjuang keras menghidupkan asa scudetto yang hampir pasti diraih AC Milan. Ketika kedua tim memasuki lapangan, dari salah satu bagian stadion puluhan flare warna biru langit dinyalakan, disusul pekikan ribuan orang: “A Roma Ce Solo Lazio” atau “Di Kota Roma Hanya Ada Lazio”. Kita yang hanya menyaksikan lewat televisi tentu mengira itu adalah ulah suporter Lazio. Sebenarnya bukan, flare dan teriakan itu justru dilakukan dari Curva Nord Stadio GM oleh puluhan ribu Interisti yang tergabung dalam Boys SAN dan beberapa kelompok ultras Inter lainnya. Baru setelah itu dari sisi Irriducibili Lazio dinyalakan flare warna biru gelap (warna Inter) dan para Laziali meneriakkan “Forza Inter Ale”. Itu adalah ritual selamat datang dari Interisti untuk Laziali dan tanda persahabatan Laziali bagi Interisti. Ritual itu sudah berusia lebih dari satu dekade sejak kedua kelompok suporter ultras menjalin gamellaggio (twinning, persaudaraan). Di Stadio Olimpico, ritual dilakukan sebaliknya. Irriducibili Lazio menyalakan flare biru gelap disertai teriakan “Forza Inter Ale” dan dibalas oleh Interisti dengan flare biru langit dan teriakan “A Roma Ce Solo Lazio.”
Mengapa kita bersahabat dengan Lazio? Karena sama-sama menempati Curva Nord? Dan mengapa Lazio berseteru dengan AS Roma? Karena menghuni kota yang sama? Itu memang salah satu alasan tetapi latar belakang sesungguhnya adalah sebuah sejarah panjang dan kompleks, dimulai bahkan dari saat awal eksistensi kedua klub itu.
Takdir Mulai Saat Kelahiran
SS Lazio dibentuk tahun 1900 oleh para politisi dan usahawan berhaluan politik kanan dan anti-Yahudi serta berbasis pendukung kaum terpelajar dan kalangan menengah-atas Roma. Kelompok berhaluan serupa juga lah yang mendirikan Inter saat melepaskan diri dari AC Milan tahun 1908.
Saat diktator fasis Benito Mussolini berkuasa di Italia, dia memerintahkan semua klub di kota Roma di-merger menjadi AS Roma tahun 1927. Semua mematuhi, kecuali SS Lazio yang menentang dan tetap berdiri sendiri. AS Roma dikuasai oleh golongan kiri dan didukung oleh kelas buruh dan masyarakat Yahudi (kelompok serupa yang mendukung AC Milan). Di kota Milan, Mussolini melakukan hal yang sama, dan Inter melakukan penentangan yang sama sehingga sementara harus berganti nama menjadi Ambrosiana Milano. Sejarah awal ini telah menyemai ikatan antara SS Lazio dan Inter serta menempatkan AS Roma dan AC Milan pada pihak yang berseberangan. Lokasi yang sama di Curva Nord (Lazio dan Inter) dan di Curva Sud (AS Roma dan AC Milan) makin mempertajam perbedaan ini. Dan, tentu saja, faktor lokasi di Kota yang sama menjadikan persaingan Lazio-Roma menjadi semakin memanas. Lazio dan pendukungnya merasa sebagai yang pertama di Roma, sedangkan AS Roma menganggap dirinya satu-satunya klub yang menyandang nama kota.
Persaingan ini sedemikian panasnya, sehingga Derby della Capitale (SS Lazio vs AS Roma) dinobatkan sebagai derbi paling panas di Italia bahkan di Eropa, melebihi Derby della Madoninna (Inter vs Milan), Derby Manchester (MU vs Manchester City) bahkan mengungguli El Classico (Barcelona vs Madrid). Kalau Interisti dan Milanisti hanya panas di dunia maya tetapi bersahabat di dunia nyata, Laziali dan Romanisti berseteru dalam arti sebenarnya, di dunia maya maupun di dunia nyata. Hampir tak pernah terjadi Derby della Capitale tanpa kerusuhan. Tercatat beberapa nyawa melayang dan ratusan orang telah terluka karena derbi ini. Derby della Capitale adalah “neraka” sepakbola Italia.
Gamellaggio Lazio-Inter
Persaudaraan ini terjadi sepanjang sejarah. Tak pernah ada catatan insiden antara Laziali dan Interisti. Kesamaan aliran politik dan basis pendukung membuat kedua kelompok suporter ini selalu rukun. Gamellaggio secara formal terjadi saat kedua suporter bertemu dalam final UEFA Cup tahun 1998 di Paris yang dimenangkan Inter dengan 3-0. Sikap ksatria Irriducibili Lazio dan sikap simpatik Boys SAN Inter membuat kedua suporter mendapatkan penghargaan fair play dari UEFA. Dan saat itu tercapailah kesepakatan persaudaraan antara Laziali dan Interisti yang makin menguat hingga hari ini.
Inilah beberapa kejadian unik yang menunjukkan eratnya gamellagio Lazio-Inter:
Nasib Tragis Zaccheroni, 5 Mei 2002
Pada pertandingan giornata 34 musim 2001/2002 tanggal (match terakhir, karena saat itu Serie A hanya berisi 18 tim), terjadi peristiwa yang unik di Stadio Olimpico pada laga Lazio vs Inter. Saat itu Inter di ambang juara karena cukup dengan mengalahkan Lazio maka mereka akan meraih scudetto mengungguli Juventus. Maka Laziali di Stadio Olimpico, dimotori Irriducubili Lazio mendukung Inter habis-habisan dan meminta Lazio kalah, agar yang mendapatkan scudetto Inter, rival Lazio: Juventus. Sayangnya malam itu para punggawa Nerazzurri gagal meraih scudetto yang sudah di depan mata, kalah 2-4 dari Biancoceleste. Dan Juventus merebut scudetto dengan 71 poin, diikuti Roma dengan 70 poin. Inter sendiri di posisi ketiga dengan 69 poin. Akibat kejadian ini, Irriducibili Lazio mendemo manajemen Lazio dan meminta allenatore Lazio, Alberto Zaccheroni dipecat. Zaccheroni pun akhirnya mengundurkan diri. Dia dimusuhi Laziali justru karena timnya memenangkan laga. Ironis, tapi itulah jiwa Irriducibili Lazio: persahabatan dan solidaritas ditempatkan di atas sepak bola itu sendiri.

Stadio Giuseppe Meazza Tanpa Banner dan Flare, 15 November 2007


Empat hari sebelumnya, seorang DJ terkenal di kota Roma, Gabriele Sandri, seorang pendukung ultras Lazio, menjadi korban tak berdosa dalam kerusuhan antara sekelompok suporter anarkis Juventus dan kepolisian kota Roma. Sandri tertembak di bagian belakang kepalanya oleh polisi. Kerusuhan pun meledak, menuntut keadilan. Tidak hanya karena para Laziali menyerang kantor polisi Roma, tapi juga di Milano, oleh Interisti menyerang kantor polisi Milano, menunjukkan solidaritasnya. Untuk menghormati Sandri, Inter menunda sehari pertandingan Inter vs Lazio di Stadio Giuseppe Meazza yang seharusnya digelar 14 November. Saat pertandingan berlangsung, Boys SAN Inter memprakarsai mengheningkan cipta selama 5 menit di stadion untuk menghormati Sandri. Dan malam itu, di Curva Nord Giuseppe Meazza, tempat para Interisti, sama sekali tidak terlihat sepotong pun spanduk, banner ataupun sebuah flare pun yang mereka nyalakan. Kelompok-kelompok ultras Inter hanya membentangkan sebuah spanduk besar dengan tulisan warna biru langit berlatar belakang biru gelap bertuliskan: “Gabriele Sandri, Kau Akan Selalu Berada di Hati Kami”.


Korban Berikutnya, Jersey No 12 SS Lazio, Minggu, 2 Mei 2010


Stadio Olimpico Roma dipenuhi pendukung Lazio dan Inter yang menantikan pertandingan Serie A giornata 36 musim 2009/2010. Pertandingan ini sangat menentukan bagi kedua tim. Bagi inter, memenangi pertandingan ini akan mempermudah meraih Scudetto, dan akan mengambil alih poisisi cappolista dari AS Roma yang sementara unggul 1 poin. Bagi Lazio memenangi pertandingan ini akan lebih mengamankan diri dari kemungkinan degradasi ke Serie B, karena saat itu Lazio berada di posisi 17 dan hanya terpaut 4 poin dari zona merah.
Ritual gamellagio seperti pada pembuka tulisan ini pun dilakukan. Itu hal biasa. Yang luar biasa adalah banyak bendera Inter dan spanduk-spanduk pemberi semangat bagi Inter dikibarkan oleh Irriducibili Lazio. Yang paling mencengangkan tentu saja sebuah spanduk para Laziali yang ditujukkan kepada para pemain Lazio sendiri: "Kalau sampai menit ke 80 Lazio unggul, kami akan masuk ke lapangan!" Spanduk ini disita polisi tak lama kemudian tetapi muncul spanduk-spanduk lain yang tak kalah mengerikan: "Nando (maksudnya Fernando Muslera), biarkan bola melewatimu, dan kami akan tetap menyayangimu." "Zarate, satu gol saja kau cetak, kami paketkan kau ke Buenos Aires." Rupa-rupanya para pendukung Lazio ingin agar Inter mengalahkan timnya malam itu, untuk melicinkan jalan Inter menuju scudetto. Mereka lebih memilih risiko Lazio turun ke Serie B daripada Roma yang memperoleh scudetto.
Suasana pertandingan pun menjadi sangat aneh. Lazio sama sekali tidak memperoleh dukungan fans-nya sendiri walaupun bermain di Olimpico. Sebaliknya Inter sebagai tamu justru memperoleh dukungan luar biasa. Setiap kali pemain Inter menguasai bola, para Laziali berteriak, "Biarkan mereka lewat!" Malam itu portiere Lazio, Fernando Muslera, bermain sangat gemilang. Tak kurang dari 10 penyelamatan luar biasa dilakukannya. Tiap kali Muslera menggagalkan gol Inter, teriakan cemoohan pun berkumandang ke arahnya. Akhirnya pada injury time babak pertama, tandukan Walter Samuel mengubah skor menjadi 0-1. Stadion bergelegar dan muncul spanduk ejekan dari Laziali bertuliskan, "Oh, Noooo Roma!" dan, "Scudetto Game Over, Roma!"
Di babak kedua mental pemain Lazio (kecuali Muslera yang tetap bermain gemilang) pun runtuh. Kesalahan demi kesalahan dilakukan dan membuat Thiago Motta menggenapkan kemenangan Inter menjadi 0-2 di menit ke 70. Di akhir pertandingan, para pemain Lazio meninggalkan pertandingan dengan sedih dan marah karena merasa “dihianati” Laziali. Presiden Roma, Rosella Sensi mengecam habis-habisan ulah Laziali tersebut. Jose Mourinho hanya berkomentar pendek, "Saya belum pernah menyaksikan yang seperti ini." Asisten pelatih Lazio mengakui bahwa anak asuhnya sangat terpengaruh oleh suasana stadion dan tidak bisa menampilkan performa terbaiknya.
Inter akhirnya merebut scudetto 2009/2010 dengan keunggulan 2 poin atas AS Roma. Syukurlah, Lazio mampu memenangi 2 laga sisa, terhindar degradasi dan menempati posisi akhir klasemen di urutan ke 12. Insiden ini membuat presiden Lazio, Claudio Lotito marah besar. Tahun 2003 Lazio memutuskan untuk mengistirahatkan jersey no. 12 sebagai penghormatan pada Irriducibili Lazio sebagai "pemain ke 12". Tetapi karena kejadian ini (ditambah lagi dengan kehadiran politisi lawan Lotito di tribun Irriducibili Lazio beberapa pertandingan sebelumnya) maka jersey no. 12 ditarik kembali dari peristirahatannya dan pada musim 2010/2011 dipakai oleh portiere kedua Lazio, Tomasso Berni. Musim 2011/2012 jersey no 12 dipakai oleh difensore Marius Stankevicius. Satu bukti lagi, bahwa bagi Irriducibili Lazio, persahabatan dan solidaritas adalah yang terpenting.




(Dari berbagai sumber: forum LaCurvaNord, LazioForever, ForzaInterForums, UltrasLazio dan IrriducibiliLazio).
Mungkin sampean sering dengar atau baca di ratusan atau ribuan group debat di Dumay yang membicarakan tentang Inter harusnya terdegradasi karena menjadi Juru Kunci di Klasemen Akhir Lega Nord Group B dengan 11 Point. Tapi kenapa Venezia yang terdegradasi? Dari riset kecil-kecilan yang dilakukan oleh Rekan-rekan Interisti lainnya terkuap beberapa fakta. Yang coba ane rangkum disini.


Kisah ini dimulai dari petisi yang diungkapkan oleh pelatih legendaris Vittorio Pozzo kepada FIGC tentang Adanya aturan Degradasi. Karena pada awalnya Prima Cattegoria tidak menggunakan sistem Degradasi, alhasil Tim yang bermain di Prima Cattegoria semakin padat setiap musimnya karena Tim Promosi dari Seconda Cattegoria juga ikut bermain di Prima Cattegoria. Tapi petisi ini ga menemukan jalan keluarnya. Karena banyak perwakilan dari Tim-Tim kecil yang tidak menyetujuinya. Karena mereka takut jika harus bermain di kasta kedua. Dan terjadilah pembelotan dari Tim-Tim yang menginginkan di adakannya Sitem Degradasi. Terbentuklah sebeuah Federasi yang di sebut C.C.I. Yang membentuk sebuah kompetisi yang dinamakan Prima Divisione dan Seconda Divisione. Prima Divisione di bagi lagi menjadi 2 Tournamet, yang sering di sebut Lega Nord dan Lega Sud. 24 Tim yang mengikuti Prima Divisione Lega Nord dengan di bagi 2 Group kembali. Group A dan B. Sedangkan Lega Sud di ikuti oleh 32 Tim yang di bagi 5 Regional. Pada aturannya Tim yang ada di posisi terbawah di Group Lega Nord akan melakukan pertandingan play-off untuk memperebutkan 1 Tiket tetap bermain di Prima Divisione.(Tidak Terdegradasi Langsung). Dan Juara Group A dan B akan di pertandikan juga untuk mewakili Lega Nord di pertandingan Final melawan Juara Lega Sud.

Klasemen Akhir Prima Divisione (CCI)
Lega Nord
Group A
1. Pro Vercelli 36
2. Novara 32
3. Bologna 27
4. Mantova 24
5. Andrea Doria 23
6. Juventus 22
7. Hellas Verona 22
8. U.S. Milanese 20
9. AC Millan 18
10. US Livorno 17
11. Spezia 16
12. Vicenza 7

Group B
1. Genoa 37
2. Alessandria 28
3. Pissa 27
4. Modena 26
5. Padova 23
6. Cesale 20
7. Legano 20
8. Savona 20
9. Torino 20
10. Venezia 17
11. Brescia 15
12. INTER 11

* Pro Vercelli Vs Genoa (Final Lega Nord)
** Inter vs Vicenza (Play-Off Degradasi)

Setelah pertengahan jalan ada petisi yang di ajukan oleh Direktur La Gazzetta Dello Sport (Emilio Colombo) kala itu yang terkenal dengan Comprommesso Colombo. Karena laga Final Lega Nord dan Lega Sud sudah berlangsung antara (Fortitudo Roma vs Pro Vercelli yang di menangkan Pro Vercelli dengan Agregat : 2-8) maka Juara Telah ditetapkan Pro Vercelli.
Dalam Compremesso Colombo di nyatakan penggabungan antara CCI dan FIGC dengan Cara menggabungkan Tim-Tim yang berada di kedua kompetisi tersebut kedalam 2 Kompetisi Prima Divisione dan Seonda Divisione. Untuk yang di dasar klasemen akhir di Prima Divisione akan di adakan babak play off. Dan pemenangnya akan tetap berada di Kasta tertinggi Italia musim berikutnya.

Hasil Lengkap Babak Play Off.
Putaran Kualifikasi

FIGC
Rivarolese 2 vs 0 Valenzana
Pastore 4 vs 0 Viareggio
Como 1 vs 2 Piacenza
Bentegodi Verona 2 vs 7 Sestrese
Parma 1 vs 2 Trevisio
Libertas Firenze 2 vs 1 Enotaria

* Pemenangnya akan bertemu Tim dari CCI untuk merebutkan Tempat di Prima Divisione

CCI
SC Italia Milan 0 vs 2 Inter (SC Italia Milan mengundurkan Diri)
Derthona 4 vs 0 Vicenza

* Pemenangnya akan bertanding lagi melawan Club dari FIGC. Bersama Livorno, Spezia, Brescia, dan Venezia yang diikut sertakan untuk mlakukan babak Play-Off.

Putaran Utama Babak Play-Off

* Rivarolese 0 vs 0 Venezia
* Venezia 1 vs Rivarolese

* Spezia 1 vs 1 Pastore
* Pastore 2 vs 1 Spezia

* Piacenza 2 vs 4 Livorno (Pertandingan Ulang ada kesalahan teknik yang pertama 1-4)
* Livorno 2 vs 0 Piacenza (Piacenza mengundurkan diri)

* Brescia 2 vs 0 Sestrese
* Sestrese 5 vs 0 Brescia
* Final Round : Brescia 2 vs 0 Sestrese

* Treviso 0 vs 1 Derthona
* Derthona 1 vs 0 Treviso

* Inter 3 vs 1 Libertas Firenze
* Libertas Firenze 1 vs 1 Inter

Putaran Tambahan (Karena Pro Livorno Bangkrut)

Semi Final
Sestrese 1 vs 0 Venezia
Spezia 3 vs 0 Treviso

Final
Spezia 2 vs 1 Sestrese.

Inter tetap di kasta tertinggi liga Italia karena menang di pertandingan babak Play-Off bukan karena keuangan atau bantuan dari Emilia Colombo. Sampai sekarang Inter tetap bermain di Kasta Tertinggi Liga Italia.


 

Tidak satu kota tapi disebut derby. Duel Juventus kontra Internazionale merupakan salah satu derby terpanas di Italia selain derby di kota Roma, Turin, Milan, Genoa, dan Sicilia.

Juventus, yang merupakan klub sepakbola tertua ketiga di Italia, lahir hampir 10 tahun lebih dulu daripada Inter. Adapun Inter dibentuk pada tahun 1908, setelah para pendirinya "bercerai" dengan AC Milan karena tidak puas lantaran kala itu Rossoneri terlalu didominasi pemain lokal.

Walaupun pertemuan Juve-Inter sudah berlangsung sejak 1910, tapi rivalitas mereka baru panas enam dekade kemudian, hingga kini. Berikut ini enam catatan menarik terkait Derby d'Italia, yang disarikan detiksport dari sejumlah sumber:


1. Sebutan Derby d'Italia

 

Istilah Derby d'Italia pertama kali dimunculkan oleh seorang wartawan olahraga terkemuka di Italia bernama Gianni Brera, di tahun 1967.

Sampai saat itu Juventus dan Italia dipandang merupakan representasi sepakbola Italia karena tersukses di kompetisi domestik. Sampai musim 1965/1966, Juve telah mengumpulkan 12 titel Serie A, sedangkan Inter 10. Fans Inter lebih "jemawa" karena kala itu sudah memenangi dua Piala Eropa dan satu Piala Interkontinental.

Dari aspek di luar olahraga, Turin dan Milan adalah kota terbesar di kawasan barat laut Italia, baik secara geografis maupun industri.

Sampai 2005, hanya mereka klub-klub di Italia yang tak pernah terdegradasi dari Serie A. Juve baru terlempar di tahun 2006 karena skandal Calciopoli. Kasus itu semakin memanaskan rivalitas kedua tim, karena satu dari dua gelar yang dicabut dari Juve dioper ke Inter.

2. Pertemuan pertama

 
Pertandingan pertama kedua tim terjadi pada 14 November 1909. Kala itu Juventus meraih kemenangan di kandangnya sendiri dengan skor 2-0.

Pemain asli Turin, Ernesto Borel, menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam Derby d'Italia. Dalam laga perdana itu ia bahkan memborong kedua gol kemenangan Juve. Dua anak laki-lakinya, Aldo Giuseppe dan Felice, kelak juga menjadi pesepakbola dan bermain untuk Bianconeri.

3. Duel 'panas' pertama

 
 
Pertarungan mereka di musim 1960/1961, di giornata 28, disebut-sebut sebagai penanda "permusuhan nyata" di antara kedua klub (dan suporternya). Awalnya otoritas liga memberi Inter kemenangan gara-gara tifosi Juventus menyerbu ke lapangan, dan laga tak mungkin dilanjutkan.

"Di mana-mana ada orang, bahkan di samping bench (pelatih Inter) Helenio Herrera. Tapi tidak tampak ada bahaya yang nyata," kenang Aristide Guarnieri dari Inter.

Akan tetapi, setelah terjadi diskusi, keputusan memenangkan Inter tersebut dibatalkan. Laga harus dimainkan kembali. Sebagai bentuk protes, Inter menurunkan tim mudanya.

Digelar pada 10 Juni 1961, Juventus menyikat tamu sekaligus rivalnya itu dengan 9-1, dan menjadi rekor skor terbesar dalam sejarah Derby d'Italia. Kemenangan mencolok itu bermakna penting buat Juve karena di akhir musim keluar sebagai juara.

Dua musim berikutnya Inter melakukan pembalasan. Mereka mengalahkan Juve di kandang maupun tandang, dan merebut gelar scudetto.

4. Sensasi Omar Sivori

 
 
Ketika Juventus mencukur (tim cadangan) Inter dengan skor 9-1, pada 10 Juni 1961 di Stadio Communale, Turin, Omar Sivori menjadi bintang "Si Zebra" dengan mencetak enam gol. Tidak ada pemain lain sebelum dan sesudah dia yang bisa memborong gol sebanyak itu dalam sejarah Derby d'Italia.

Pemain legendaris asal Argentina itu menyelesaikan musim itu dengan 25 gol, hanya kalah dua dari pemain Sampdoria, Sergio Brighenti, yang menyabet gelar top skorer.

Penampilan gemilang Sivori di Juventus musim itu membuahkan pula penghargaan prestisius buat dirinya. Di akhir tahun ia didapuk sebagai pemain terbaik Eropa, meraih Ballon d'Or, mengalahkan pemain termahal Inter kala itu, Luis Suarez, yang hanya berada di peringkat dua -- setelah di tahun lalu memenanginya saat masih membela Barcelona.

5. Rekor gol-gol

 
Rekor gol terbanyak dalam satu laga Derby d'Italia adalah 10, yang tercipta pada 10 Juni 1960. Pada laga di kandang Juventus itu tuan rumah menang 9-1. Ada lima partai lain yang menghasilkan sedikitnya tujuh gol, yaitu:

* Juventus 7-2 Inter, 14 Desember 1913
* Juventus 6-2 Inter, 17 Januari 1932
* Inter 2-6 Juventus, 19 Juni 1975 (Coppa Italia)
* Inter 6-1 Juventus, 26 November 1911
* Inter 6-1 Juventus, 4 Januari 1913

6. Catatan Giuseppe Meazza sampai Zlatan Ibrahimovic

 
Giuseppe Meazza total mencetak 12 gol dalam Derby d'Italia. Ia mencetak dua gol untuk Inter saat menang 3-1 di musim 1928/1929, dan membuat hat-trick kalah timnya unggul 4-0 di musim 1935/1936. Di musim satu-satunya Meazza memperkuat Juventus (1942/1943), ia membobol gawang Inter saat Bianconeri menang 4-2 di Milan, dan sewaktu kalah 1-3 di Turin.

Ermanno Aebi adalah pemain Inter yang pernah mencetak gol terbanyak dalam satu laga Derby d'Italia. Gelandang blasteran Italia-Swiss itu empat kali menjebol gawang Juventus ketika timnya menang telak 6-1 pada November 1911.

Roberto Boninsegna adalah salah satu pemain yang pernah mencetak untuk Juventus maupun Inter dalam Derby d'Italia. Torehan totalnya adalah 12 gol – termasuk sebuah hat-trick (untuk Juve).

Dalam kariernya, Boninsegna pernah tujuh tahun membela Inter, lalu tiga musim memperkuat Juve. Ketika dijual Inter ke Juve di tahun 1976, kabarnya ia marah dan menyemprot presidennya dengan kalimat: “"Kamu saja yang ke Juve!"

Zlatan Ibrahimovic pernah mencetak dua gol ke gawang Inter saat berbaju Juventus. Tapi selama menjadi pemain Nerazzurri ia tak pernah bisa menjebol gawang La Vecchia Signora.

Saat artikel ini diturunkan, Ibrahimovic adalah pemain terakhir yang pernah memperkuat Juve dan Inter, dan mencetak gol di sebuah Derby d'Italia. Sebelum dia ada Christian Vieri dan Roberto Baggio.

Sumber : http://inter-milan-indonesia.blogspot.com
Kelihatannya lebih dekat untuk menutup kesepakatan dengan Inter untuk transfer Mauro Icardi. Ulisse Savini berbicara dengan Radio CRC, perwakilan untuk striker muda Sampdoria : "Inter sekarang berada di peringkat pertama untuk Icardi karena beberapa alasan. Kemudian, Agennya yang berasal dari Spanyol pertengahan April nanti akan berada di Italy  dan membuat kesepakatan terbaik untuk pemain muda itu. Kami memiliki tiga atau empat pilihan untuk dipertimbangkan termasuk Napoli dan diantara mereka kita akan membuat pilihan kita, " Kata Savini.

Foto: Savini : "Banyak pilihan untuk Icardi, tapi Inter yang paling pertama"

Kelihatannya lebih dekat untuk menutup kesepakatan dengan Inter untuk transfer Mauro Icardi. Ulisse Savini berbicara dengan Radio CRC, perwakilan untuk striker muda Sampdoria : "Inter sekarang berada di peringkat pertama untuk Icardi karena beberapa alasan. Kemudian, Agennya yang berasal dari Spanyol pertengahan April nanti akan berada di Italy  dan membuat kesepakatan terbaik untuk pemain muda itu. Kami memiliki tiga atau empat pilihan untuk dipertimbangkan termasuk Napoli dan diantara mereka kita akan membuat pilihan kita, " Kata Savini.


Diwawancarai oleh SportTv, Gelandang Corinthians, hampir saja ke Inter pada musim dingin lalu dan kemungkinan juga akan bergabung pada bulan Juni, berbicara tentang alasanya menolak bergabung ke Inter pada Januari lalu :

"Inter membuat penawaran menarik - Paulinho menjelaskan-. Tapi aku takut membuat keputusan yang akan kusesali kemudian."

fcinternews.it
Jose Mourinho dan Mircea Lucescu tidak mungkin untuk duduk di bangku Inter musim depan jika Andrea Stramaccioni diganti.

Kontrak Mourinho di Real Madrid diharapkan akan selesai musim panas ini dan telah dikaitkan dengan klub Inter yang berhasil dibawanya meraih Treble di tahun 2010. Menurut media Spanyol, pelatih berusia 50 tahun itu terdorong untuk kembali ke Chelsea meskipun ada pilihan untuk Inter Milan dan Paris Saint-Germain.


Mourinho04 

Sementara itu, Lucescu telah menandatangani perpanjangan dua tahun dengan Shakhtar Donetsk, raksasa Ukraina . Lucescu adalah mantan pelatih di era presiden Massimo Moratti, dipekerjakan sebagai manajer pada tahun 1998-99.

Laporan dari Italia menunjukkan Bahwa Stramaccioni, yang dipekerjakan tahun lalu, bisa berada dalam kesulitan jika Nerazzurri gagal lolos ke Liga Champions.

Sumber: football-Italia
Kabar lates dari pelatihan sore di Appiano Gentile Membawa beberapa berita menarik Mengenai pemain yang cedera, Matthew Barzaghi melaporan.
 
Ricky Alvarez dan Matias Silvestre Keduanya dilatih dengan sisa kelompok hari ini dan Harus tersedia untuk pertandingan melawan Juventus.


alvarez



Dejan Stankovic melewati sesi pelatihan ringan, jaga-jaga untuk dia agar dapat pulih sepenuhnya.

Yuto Nagatomo dan Zdravko Kuzmanovic Juga dilatih terpisah dari kelompok. Untuk Pemain Jepang itu Tampaknya diragukan bisa tampil menghadapi pertandingan melawan Juventus, sementara Kuzmanovic Harus fit secepatnya agar dapat tampil.
Sebuah performa yang hebat oleh (para fans inter) Devis Mangias U-21 tim nasional. Italia mengalahkan Ukraina 1-0 setelah gol Ciro Immobile oleh. Francesco Bardi, Matteo Bianchetti, Christiano Biraghi och Samuele Longo semua bermain setengah permainan dan melakukannya dengan baik, sementara Luca Caldirola dan Giulio Donati tidak mengambil bagian dalam permainan ini.

Caldirola

CdS - Bagaimana Stramaccioni merubah Inter ?

Selasa, 26 Maret 2013
Posted by Emank Legends
Sejak Mourinho pergi dari Inter ke Real Madrid, tentu kita kehilangan tempat kita di dunia sepak bola.
Hanya untuk mengejar kesuksesan lagi Inter harus gonta - ganti kepalatihan dalam waktu singkat, seperti Benitez, Leonardo, Gasperini, Ranieri dan akhirnya Stramaccioni.

Leonardo adalah satu - satunya setelah dua tahun kepergian Mourinho, membuat kita merasakan lagi "Pazza Inter". Dicintai oleh fans dan banyak lainnya Leonardo meninggalkan Inter di musim panas.


Satu tahun setelah Leonardo meninggalkan kita, Moratti merasa sudah cukup. Klub kita berada di tengah badai dengan sikap buruk, hasil buruk dan tidak konsisten. Kita juga melihat presiden klub rival kita AC Milan dan Juventus mulai memanjat keluar dari bayang-bayang kesuksesan Inter sejak tahun 2006. Jadi siapakah orang yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Inter ?

Andrea Stramaccioni, Seorang pria muda dengan visi yang Apakah tidak takut mencoba sesuatu Ketika Penyalahgunaan Comes Untuk taktik dan formasi.

Andra Stramaccioni, Seorang Pelatih muda dengan Visi yang tida takut untuk mencoba sesuatu yang baru untuk taktik dan formasi  

stramaccioni 2 650Stramaccioni adalah pelatih yang lebih pantas diberikan Applaus lebih, dibanding kritik oleh fans yang hanya melihat pada hasil sekarang dan tidak melihat pada hal - hal lain. Perlu diingat bahwa saat ini Inter memiliki banyak daftar pemain cedera, Itu merupakan hal yang sulit untuk Inter walaupun ditangani oleh Pelatih berpengalaman sekalipun. Saat ini kita masih punya kans di Coppa Italia, berhadapan dengan AS. Roma di semifinal. Dengan hanya sembilan pertadingan yang tersisa di Serie A, kita masih punya peluang untuk finish di urutan ketiga. Stramaccioni butuh tujuh 7 point untuk sampai di tempat ketiga dengan minus satu laga sisa melawan Il Samp.

Stramaccioni
Juga telah melakukan pekerjaan yang besar Ketika mendatangkan pemain muda. kita  telah melihat 13 pemain baru yang dibawa naik dari musim semi, sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam sejarah kita.

Sumber: Fcinternews.it
Jika mengingat kiprah El Phenomenon, Ronaldo saat berbaju biru-hitam Inter Milan pada medio akhir 90-an, perseteruan I Nerrazurri dengan Juventus menyembulkan persaingan dua sosok bintang Serie A masa itu, Ronaldo versus Del Piero.

Bahkan jika kita ingat dalam sebuah laga krusial di pekan-pekan akhir Serie A musim 97-98 saat duel kedua kubu berlangsung di Delle Alphi, sebuah insiden Mark Iuliano menghadang Ronaldo tak berbuah hukuman penalti. Dan beberapa menit kemudian, sebuah serangan balik Juventus saat kondisi mental pemain Inter Milan termasuk Ronaldo masih kesal dengan kepemimpinan wasit berujung hukuman penalti bagi Juventus. Dan  Del Piero sukses mengeksekusi tendangan 12 pas tersebut meski Pagliuca sempat menghadangnya.

Laga krusial tersebut membuat Juventus akhirnya menyalip Inter Milan dan akhirnya berhasil meraih scudetto.

Meski akhirnya di tahun 2006, Calciopoli Juventus terbongkar, hingga dominasi lima musim La Benamata di Serie nyaris tak tersentuh, kapten Juventus ternyata menyimpan kenangan manis terhadap Ronaldo yang baru saja memutuskan gantung sepatu.

"Saya selalu percaya bahwa kehebatan seorang pemain juga diukur dari kehebatan musuh yang dihadapinya, hal ini menciptakan duel hebat yang bisa saja terjadi dalam sepak bola meski sepakbola adalah permainan kolektif," ungkap Del Piero seperti dilansir dari Football Italia.

Del Piero ternyata sangat menikmati persaingan dirinya dengan Ronaldo.
"Ronaldo telah bertahun-tahun berada di Italia, gol pertamanya di Inter, duel saya dan dia, Del Piero vs Ronaldo. Juve vs Inter."
"Di setiap akhir laga kami selalu mencari satu sama lain untuk bertukar kostum. Ronaldo adalah salah satu pemain yang sangat saya hormati."
Del Piero yang saat ini telah memasuki masa senja meski sepertinya bakal mendapatkan perpanjangan kontrak singkat dari pihak manajemen La Vecchia Signora, mengaku sedikit terkejut dengan keputusan gantung sepatu rivalnya yang jauh lebih muda tersebut.
"Keputusannya untuk gantung sepatu mengejutkan saya meski tidak membuat saya shock. Dan sayangnya rentetan cedera di penghujung karir menyebabkan dirinya mengambil keputusan untuk mundur."
Del Piero yang saat muda menjadi saksi kehebatan Marco van Basten melihat kasus Ronaldo merupakan kasus yang sama. 

Sebuah ucapan terimakasih dilontarkan Del Piero kepada rival yang dia sebut sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepakbola.
"Terima kasih untuk semua kontribusimu di lapangan dan menjadi musuh yang kuat, Ronaldo."
Welcome to Interisti Blog

Photo News

  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih
  • Guarin dan Cambiasso Kembali Berlatih

Interisti ANTI JUVE

Blog Archive

Featured Posts

- Copyright © FC Inter News Indonesia -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -